PROMISE PART 2
Aku berlari keluar aula
GUBRUKK… aku menabrak kursi, dan akupun jatuh. Suara ini membuat rama menengok
kearahku, aku mencoba berdiri dengan menahan rasa sakit dan berlari keluar
aula. Rama mengejarku.
“Karinnnn” teriak rama
beberapa kali. menahan rasa sakit, ku berlari dengan tetesan air mata yang membasahi
pipi. Rama tetap mengejar.
“Karine” menarik tangan
ku. “denger dulu” menghapus airmataku. “aku tau kamu cemburu, tapi aku ga
ngapa-ngapain sama cewek itu, udah jangan nangis ya, sekarang kita pulang yuk”.
“enggakk! Aku lebih
baik naek angkot daripada naik motor sama kamu, itu buat aku nambah nyesekkk”
meninggalkan rama.
Baru 5 langkah ku
pergi, cewek itu menghampiri rama, ku menghentikan langkah kaki dan mendengarkan
apa yang diperbincangkan mereka. Aku menoleh kearah rama dan rama masih saja
melihatku.
“hey” sahut cewek itu.
“hey” balas rama yang masih melihatku.
“kamu pulang sendirian?
Aku boleh bareng kamu ga?”
Mendengar perkataan
cewek itu, menambah air mata jatuh lebih deras. Bagaimana tidak, cewek lain
yang baru dikenal sudah berkata seperti itu dengan pacarku. Aku meninggalkan
mereka.
“maaf, aku ga bisa”
ucap rama sambil menghidupkan motor dan meninggalkan cewek itu.
Tin tin…. Suara motor
rama yang ada di samping angkot yang ku naiki.
“Karine, denger dulu”
teriak rama. Rama tetap menklakson agar angkot ini berhenti. Dan angkot ini
berhenti, rama menghampiri aku didalam angkot.
“Karine ayuk turun”
menarik tanganku. Aku berusaha melepaskan tanganku dari genggamannya.
“dek, kalau lagi
marahan jangan disini!” cetus salah satu penumpang. Rama membayar ongkos ku.
“ayuk karine” . aku
turun dari angkot ini dan mengikuti apa yang rama katakan. Rama memeluk ku dan
berkata.
“kamu jangan cemburu,
aku sama dia ga ada apa-apa, aku sayang sama kamu” mencium keningku.
“aku cemburu ram, aku
takut kamu kecantol sama cewek itu, aku takut cewek itu merebut kamu. Aku takut
ram, takutt. aku sayang sama kamu” ucapku, meneteskan airmata dipelukan rama.
“kamu percaya kan sama
aku?” memegang kedua pipiku dengan kudua telapak tangannya. Aku mengangguk.
“yaudah yuk” menghapus
air mata ku.
Rama mengajakku ke
taman, dia ingin membalas rasa cemburu aku. Rama menghampiri aku yang sedang
duduk menyendiri ditaman dengan beberapa balon dan es cream yang ia bawa.
“Karine maafin aku ya,
kamu mau kan maafin aku? Kalau kamu maaafin aku, kamu boleh ambil semua
balon-balon ini dan ice cream ini dan kalau kamu ga maafin aku kamu cukup ambil
ice cream ini” ucap rama yang bersimpuh dihadapanku. Aku mengambil ice cream
yang ia pegang segera ku buka dan melahapnya.
“kamu ga maafin aku?”
Tanya rama dengan cemberut.
“aku maafin kamu kok”
jawab ku sambil memakan ice cream.
“kok kamu Cuma ngambil
ice cream aja? Balon nya enggak?” rama kebingungan.
“aku itu laperr
tauuu!!!”
“iihhh dasar anak
ayam!” rama mengelitiki aku dan akhirnya kami berdamai dan menciptakan canda
tawa lagi. Yeeeyyy. Tiba-tiba rama terdiam menatap aku, ya aku kegeeran lah,
aku ambil balon-balon yang ia pegang.
“kenapa sih kamu liatin
aku kaya gitu ?” Tanya ku. Rama memeluk aku “aku sayang banget sama kamu
karine, semoga kita bisa bersama seperti ini terus yaa”
“selamanya” jawabku.
Rama mencium keningku.
Yatuhan, aku gak mau
kehilangan ramaku, aku ga mau ada cewek lain deket dengan ramaku, aku ga mau
pisah dengan ramaku. Tuhan, aku sudah nyaman dengan dia, semoga kenyamanan ini
berlangsung lama.
(Bunyi Hape) mataku
masih berat banget untuk membaca sms. Aku masih lelah, rasanya gakk bisa move
on dari kasur. Tapi, hape ku tetap saja berbunyi. Ku buka mata perlahan-lahan
dengan bantuan jari-jari tanganku. Ku lirik jam dinding yang menunjukan pukul 7
pagi.
“dasar pengganggu!”
cetusku sambil mengambil hp di atas meja dekat tempat tidurku. Sms dari Rama.
Aku begong, dengan terburu-buru aku segera bangun dan melihat tanggalan di atas
meja.
“aww” rintihku yang
terselandung selimut.
Tanggal 20 Oktober?
What, it’s our Anniv yang ke 11 bulan. (bunyi hape) segera aku ambil hp di atas
tempat tidurku, ketika aku belari aku terpeleset dan lagi-lagi gara-gara
selimut. Yatuhan, baru pagi tapi sudah segini penderitaan yang aku alami. Hfft…
“Halo?” ucapku sambil
merintih
“Happy Anniv sayang
yang ke 11bulan.kamu kenapa?”
“Happy Anniv too sayang. Ini aku kepeleset
tapi gak apa-apakok”
“yakin?”
“iya”
“oh yaudah, aku mau
ngajak kamu jalan. Mau kan?”
“iya mau”
“yaudah jam 10 ya
sayang. Bye iloveyou”
“iloveyoutoo”
Aku menuruni anak
tangga dengan rasa sakit.dan menghampiri mama untuk sarapan pagi.
“Morning sayang” ucap
mama sambil menyiapkan sarapan.
“morning mah” jawabku
sambil memegang pinggang.
“lho, kamu kenapa? Kok
jalan nya gitu”
“aku tadi mau liat
tanggalan eh pas jalan keslandung selimut. terus pas mau ngambil hp aku
kepleset selimut lagi. Ngeselin banget kan”
“lain kali hati-hati
dong. Kan di hape ada tanggalan”
“iya juga yaakk” aku
berjalan ke kamar.
“mau kemana?” Tanya
mama.
“mau keatas mah,
ngambil hape ku. Aku mau liat tanggalan” melanjutkan jalan.
“kan kamu udah liat
tanggalan dinding”
“oiya juga yak, aku
lupa mah. Ini tanggal 20 yak” aku balik lagi ke meja makan.
“(buang nafas) iya,
oiya tadi rama kesini”
“apa mah? Rama kesini?
Ngapain? Mama kok ga bilang sama aku? Uhuukk(tersedak)”
“nahkan, makanya
pelan-pelan. Dia Cuma lewat aja, katanya dia abis nganterin mama nya dari
pasar. Oya rama juga nitip bunga”
“bunga? Bunga apa mah?
Mana mana??”
“tuh di atas meja ruang
tamu”. Ucap mama sambil makan. Aku berdiri dan ingin mengambilnya “makan dulu”
lanjut mama. Aku tetap berjalan mengambil bunga itu. Dan kembali ke meja makan.
“cieeee” sahut mama
yang melihat aku mencium bunga mawar merah itu.
“ihh mama apaan sih”
ucapku sedikit malu.”udah, itu nanti lagi. Makan dulu gih”
“mah, rama itu orangnya
romantic banget, aku sayang banget sama dia. Aku ga mau kehilangan dia, rasanya
itu aku nyaman gitu deket dia. Tapi aku sebelll, kalau ada cewek kegatelan yang
deketin ramaku” ucapku sambil makan.
“kamu sayang nya sama
rama ya? Sama mama enggak? Terus nyaman nya sama rama? Sama mama enggak?” Tanya
mama sambil makan.
“ihhh mama, bukan gitu
aku itu sayaanggg bangett tau sama mama. Aku juga sayang sama papa”
Mendengar ucapanku,
tiba-tiba mama terdiam. Mungkin aku salah bicara, aku sudah membuat hati mama
kecewa. Tiba-tiba mama meneteskan air mata, aku merasa bersalah kepada mama.
Karna aku mama mengingat masalalu mama dengan papa. Mama dan Papaku sudah
bercerai 2tahun lalu. Papa lebih milih wanita lain dibandingkan mama. Papa
pergi meninggalkan kami berdua, papa menikah dan tinggal bersama wanita itu.
Saat itu, aku marah dengan mama dan papa yang tidak bisa mempertahankan
hubungan mereka. Aku marah, aku takut menjadi anak brokenhome aku takut. Tapi,
papa tetap nekad dengan niatan dia. Walau aku benci dengan papa, tapi dia
adalah papaku. Dan sudah 2 tahun juga papa ga menengokin aku dan mama. Semoga
papa berbahagia dengan keluarga barunya.
“mah?” menghampiri mama
dan memeluk nya. “maafin karine, karine ga bermaksud buat mama menangis, maafin
karine mah”
“iya sayang, kamu harus
pertahankan hubungan kamu dengan rama ya sayang. Jangan seperti mama yang tidak
bisa mempertahankan hubungan” ucap mama sambil mengelus kepalaku.
“iya mah, mama jangan
nagis lagi, mama masih bisa kok menghidupi aku membimbing aku menjaga aku tanpa
papa, you’re super mom to me” ucapku dengan menghapuskan air mata mama.
“yaudah, daripada mama nangis, mending kasih aku saran baju apa yang cocok
untuk aku pergi dengan rama” lanjut ku.
“yaudah yuk kita
keatas. Bi”
“iya bu”
“tolong bersihin ya”
“baik bu”
Mencoba satu per satu
baju yang ada dilemari, dan memperlihatkan kepada mama. Apa aku pantas memakai
ini atau tidak.pukul setangah 10. Aku bersiap-siap, agar penampilan aku tetap
fashionable. Tidak lupa beberapa semprotan pewangi di bajuku. Ku lirik
bunga-bunga pemberian rama yang kuletakkan di vas bunga special.
“Karine, ada rama nih”
teriak mama dari lantai bawah.
Aku bergegas turun,
sebelum turun aku mencium boneka sashiku, boneka beruang pemberian rama. “hey
sashi, aku mau jalan sama pangeran aku nih, aku udah cantik kan?” aku
menganggukan kepala sashi. “yaudah aku jalan dulu yaa. Bye sashi”
“rama” sahutku, dia
menengok kearahku.
“Karine, kamu cantik
banget” ucap dia. Aku tersipu malu mendengar ucapan nya. “oya, bunga nya udah
diterima?” lanjutnya. Aku hanya mengangguk dan tersenyum.
“makasih ya ram”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar