PROMISE PART 1
KRINGGGG….. KRINGGGGG….KRINGGGG, suara sepeda rama yang setiap pagi selalu menunggu ku. Segera ku habiskan sarapanku dan bergegas pergi kesekolah besama rama.
“mah, Karine berangkat
dulu ya” mengambil tas di bangku makan dan salaman dengan mama tercinta.
“iya sayang, hati-hati”
Rama itu pacarku, kita
udah hampir 1 tahun bersama. Dia itu orangnya lucu, kaya boneka sashi aku yang
dikasih rama saat kami anniv yang ke 5 bulan. Dia juga pinter, kadang aku
belajar dengan rama, dia anak basket tapi sayang kami ga sekelas. Nyesek nya
disitu tuh, dia anak XI IPA 1. Sedangkan aku anak XI IPS 1.
“Rama, dipanggil pak
Yus tuh di ruang basket” sahut ochi yang menghampiri kami di parkiran.
“oh, iya nanti gw
kesana” balasnya sambil menstandar kan sepeda.
“udah sana masuk” ucap rama dengan kepala
menengok kearah kelas dan mata yang masih menatap aku.
“males ah, mau nya
disini aja” jawabku dengan menyilangkan tangan tepat didada.
“ihh, kamu mau jadi
tukang parkir? Cantik-cantik kok jadi tukang parkir” jawabnya dengan bibir atas
di angkat sedikit. “udah ah yukk” menarik tanganku.
Hari ini aku pulang
agak sore, nemenani rama latihan buat turnamen nanti.
“udah jam 3. Kamu
pulang duluan aja, kamu pasti laper belum makan” kata rama sambil mengelus-elus
rambutku.
“enggak ah. aku gak
mau, aku mau nya nemenin kamu latihan” aku tersenyum. “aku ingin tetap menjadi
pacar seorang rama yang selalu ada untuk rama”
“kamu itu selalu ada
buat aku, dan makasih ya udah selalu ada buat aku” memegang kedua tangan ku.
Aku hanya tersenyum dan rama melanjutkan latihan nya. Sudah hampir jam 4, perut
pun berbunyi. Ku putuskan untuk kekantin, menghilangkan rasa lapar ini.
“widih, si anak ayam
lagi makan, laper yaa?” sahut rama yang langsung duduk disampingku.
“enggak, ausss” jawabku
singkat, melanjutkan makan ku. Rama manatapku dengan menopang kepalanya dengan
tangan kiri. “apaansih” cetusku. Rama mengambil minuman ku, dan ia minum.
“iihhh, nyebelin yaa” kataku sambil mengelitik perutnya. Beginilah keakraban
yang tercipta diantara kami, melihat senyum nya itu yang membuat aku ga kuat
meninggalkan dia dan membuat aku nyaman disisinya.
Kadang aku ngebayangin,
kalau dia itu direbut dengan cewek yang lebih dan lebih cantik dari aku, duhhh
jangan deehhhh…
“aaaaaaaaaaaaaakhhhh”
teriak ku dengan kedua tangan terbuka lebar di kedua samping pundakku.
“kenapa” ucap rama yang
mengayuh sepeda.
“enggak papa, aku
pengen teriak aja”
“dasar orang utan”
cetusnya. aku hanya memonyongkan bibirku, dan melanjutkan teriakan ku unatuk
kedua kalinya.
“pegangan nanti kita
jatohh” rama pun hilang keseimbangan dan kami pun jatuh.
Aku memegang lutut yang
terkena aspal, sambil merengek kesakitan.
“tuhkan jatoh, kamu sih
dibilang pegangan ngeyel”
“bukan nya dibantuin,
oceh muluu”
Maafin aku ya rama aku
selalu buat kamu susah, kadang aku ga nurutin kata – kata kamu. Itu karna
kegembiraan aku yang udah overdosis kalau deket dengan kamu. Aku sayang sama
kamu. Ciuss dahh.
Sesampai dirumah, mama
sempat kebingungan dan khawatir dengan jalan aku yang agak pincang. Dan baju
rama yang kotor.
“kamu kenapa sayang?
Sini duduk dulu” Tanya mama dengan wajah khawatir. Aku massih saja merengek
kesakitan.
“maaf tante, aku udah
mencelakakan Karin. Tadi kami jatoh”
“kok bisa?”
“hust” suara kecil
sambil menengok kearah Karin.
“ini gara-gara Karin
mah, Karin ga dengerin kata-kata rama, yang buat rama kehilang keseimbangan”
“hm.. lain kali, kamu
harus dengerin apa yang rama omong!”
“tuhhh!” cetus rama.
“ihh apaansih, iya mahh”
Hari ini rama turnamen
melawan sma lain, yeeyy dan tentunya aku selalu ada buat dia. Ketika turnamen
dimulai, ya seperti biasa, sorakan sana sini yang buat rame dan seru.
“ayo baby, semangaattt!
Yeeyyy” sahutku dengan mengepalan kedua tangan ku.
Rama membalas dengan
memberi kiss dari lapangan. Aku segera menangkapnya. Lebay”?” ahh bodo yang
penting ramaku menang.dan turmanen selesai. Ramaku menang, yey. Bangga dong
pacar kesayangan menang di turnamen. Aku melihat dari kejauhan, salah satu
cheerleader menghampiri rama dan memberi ia minum. Rama bukan menolak, tapi ia
malah menerima. Dan rasa cemburu seketika tumbuh, rama menghampiriku dengan
membawa minuman dari cewek itu. Aku pasang muka cemberut saat rama
menghampiriku.
“lho, kenapa kok
cemberut? Kamu ga seneng kalau pacar kamu ini menang?”
“seneng” cetusku.
“Cuma seneng?”
“ya” jawabku singkat.
Rama tertawa kecil. “kamu kenapasih? Cerita sama aku” menggenggam tangan
kiriku. Dan aku melepaskan genggaman itu
“itu apa?” Tanya ku,
dengan melirik botol minuman yang ia pegang.
“oh, ini? (menunjukan)
jadi gara-gara ini kamu cemberut?” Tanya nya. “jangan salah paham dulu, dia
ngasih ini sebagai permintaan maaf, dia tadi ga sengaja nabrak aku”
“iya kan bisa kamu
nolak. Bilang, maaf pacar aku udah bawain aku minum gitu”
“hm. (membuang nafas)
aku ga akan minum ini kok, aku mau minum dari kamu aja” mengelus rambutku. Aku
tersenyum.
Turnamen berakhir, dan
memenangkan turnamen ini. Aku dan rama bergegas pulang, saat menuju parkiran,
rama seperti melupakan sesuatu di aula.
“bentar, kamu tunggu
disini dulu” rama langsung berlari dan meninggalkan aku sendiri diparkiran. Aku
bingung kenapa rama kaya gitu.
“kata nya bentar, ini
udah 5menit” ucapku, sambil melihat jam ditangan ku. Aku memutuskan untuk
menghampiri dia di aula. Saat diaula aku melihat rama berbincang-bincang
dengan cewek yang memberi rama minum. Dannn, rasa cemburu itu muncul lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar