Senin, 06 Oktober 2014

PROMISE part3


PROMISE PART 3


Berharap agar cewek pengganggu itu tidak seruangan dengan kami. Dan ternyataa??? OMG! She’s stalker, dunia ini sesak dengan orang yang kaya dia. Apalagi dia duduk di nomer 7. Sedangkan aku sama rama di nomer. 5 dan 6. Movie is start.dia teriak karna ketakutan, maklum saja kami menonton hantu Thailand.
“aaaaa” teriaknya sambil menggenggam tangan rama. Aku yang mengetahui hal itu, kini tak lagi diam.
“gak usah lebay deh” cetusku. Rama melepaskan genggaman dia dan mengenggam tanganku.
“oh sorry” ucapnya.               
Saat kami berjalan menuju parkiran, cewek itu menghampiri kami.
“hati-hati ya my love” sahutnya yang buat aku gerah.
“gausah kecakepan deh, menel banget. lo ga tau rama dengan siapa” tanyaku
“ga penting tu” jawabnya dengan wajah sinis. Aku sudah mengambil ancang-ancang untuk menamparnya. Tapi rama langsung memelukku didepan cewek itu. Cewek itu sedikit kesal dengan apa yang rama lakuin.
“sorry ya, gw gak kenal sama lo, jangan ganggu kita lagi” ucap rama.
“denger ya, gw akan nyingkirin wanita ga penting ini dari elo!” ucapnya dan meninggalkan kami.

Yatuhan aku cemas, apa mungkin yang aku fikirkan akan terjadi? Apa harus aku kehilangan orang yang aku sayang demi orang lain? Apa aku harus menjadi mama? Aku harus bisa mempertahankan hubungan ini. Mama ga mau aku kenapa-kenapa. Aku bisa.
(bunyi ketukan pintu)
“malam tante” sahut rama dengan senyum
“malem ram” jawab mama
“karine nya kemana ya tante?”
dengan hati dag dig dug aku menghampiri rama “subhanaallah” ucap rama. “kamu.. kamu cantik banget sayang” lanjutnya dengan menatap aku. Aku hanya tersenyum malu.
“ehem” sahut mama.
“eh tante, maaf” kata rama.
“yaudah mah, aku pergi dulu ya”

Kamipun pergi menuju salah satu restaurant, ini adalah dinner aku yang ke 7 dengan rama. tapi hati aku masih dagdigdug. Omg! Kami memesan makanan kesukaan kamu, berbincang-bincang , bercanda, tertawa. It’s special moment in my life.
“sayang tunggu bentar ya” ucapnya. Aku hanya mengangguk dan menikmati dinner ku.
Tak lama, rama kembali dengan membawa bunga dan sebuah kotak kecil di tangannya.
“karine”
“iya” jawabku dengan manis. Rama memberiku bunga dan memakaikan cincin. Kami berfoto untuk mengingat setiap moment yang kami lewatkan. Rama, you’re romantic, iloveyou aku ga akan mau ngelepasin kamu. Dan aku ga akan pernah ngelepas kamu.
“tunggu ya, aku mau ke toilet dulu” kata rama.

Rama meninggalkan hp diatas meja makan, aku mengambil dan tanpa sengaja aku melihat sms masuk dari seseorang. Aku gak boleh nangis, aku harus mempertahankan hubungan ini. ku ambil buku dan menulis sebuah pesan singkat untuk rama. Dan merobek nya, ku letakkan tepat di mejanya dibawah hape nya. Rama kembali, aku segera menghapus air mata.
Rama membaca pesan ku “Kata Mama, aku harus mempertahankan hubungan kita, mama ga mau aku seperti mama yang melepaskan papa demi orang lain”
“maksud kamu apa?” Tanya rama dengan memegang kertas itu. Aku hanya tersenyum dan menahan air mata ini jatuh.
“malam rama daaannn emmm (sedikit mikir) karine” sahut cewek itu lagi. Aku hanya tersenyum.
“malam” jawab rama dengan tersenyum. Cewek itu dengan sengaja menumpahkan air dan mengenai baju ku. Aku terkejut.
“upss, basah ya. Maaf” ucap nya.
“iya, gak apa-apa kok fio”. Rama terkejut ketika aku menyebut nama fio.
“fio apa-apaan sih kamu” sahut rama.
“basiii” fio meninggalkan kami dan menuju mejanya.
Why? Ram? Why? Kenapa kamu diem aja aku digituin? Kemana perhatian elo? Kemana? Aku meninggalkan rama. Dan menuju toilet wanita. Rama mengikuti ku.
“karine”  rama menarik tangan ku. “kamu ga apa-apa?” lanjutnya.
“gak apa-apa kata kamu? Kamu kenapa diem aja tadi hah? Biasanya kalau aku digituin kamu selalu meluk aku, apa karna aku udah jadi nomer 2?” jawabku dengan meneteskan airmata.
“karine, maksud kamu apa? Aku ga ngerti. Coba jelasin ya” memegang tangan ku.
“lepas! (ku melepaskan genggaman itu) apa kurang jelas apa yang aku tulis? Aku tau semua nya, aku tau kamu ada hubungan special dengan dengan wanita pengganggu itu, acting kamu ku akui bagus! Bagus banget. Aku sampe tertipu dengan semua acting kamu. Sudah berapa lama kamu dengan dia?”
“ya oke, oke. Aku pacaran dengan fio 2hari lalu”
“kenapa kamu ga mutusin aku? Kenapa? Apa kamu takut aku sakit diputusin tepat di hari anniv?”
“aku sayang sama kamu”
“aku ga mau kehilangan orang yang aku sayang untuk kedua kalinya. Aku ga mau rama, kata mama aku harus mempertahankan hubungan ini apapun alasannya. Mama ga mau aku seperti dia, yang merelakan papa demi wanita lain. Sekarang aku mengerti sesakit ini yang aku rasakan dan lebih sakit yang mama rasakan sampai harus bercerai dengan papa” rama memelukku.
Kami kembali ke meja kami dan mengambil bunga pemberian rama, saat kami inginn menuju pintu keluar, aku melihat papa dinner 1 meja dengan fio. Tanpa berfikir panjang aku menghampirinya.
“papa” ucapku.
“karine” jawab papa
“oo, jadi wanita ini yang buat papa cerai sama mama dan lebih memilih wanita ini?” cetusku dengan menunjuk wanita tsb.
“heh, anak kecil. Kalau ngomong yang sopan! Ga dilajarin sama orangtuanya!” ucap wanita itu.
“diem ya tante, aku ga ngomong sama tante, asal tante tau aja tante itu gak lebih dari perusak keluarga orang”
Wanita itu berdiri dan ingin menamparku, tapi papa menangkisnya.
“ga usah sok jadi jagoan pah! Asal papa tau, mama lebih menderita! dan ini fio, lo anak nya tante PKO (perusak keluarga orang) pantes suka ngerebut punya orang!”
Fio ingin menamparku tapi, rama menangkisnya.
“kenapa ram? Kenapa kamu masih ngelindungi aku? Kenapa? Kamu sekarang pacar dia! Pacar dia! Kenapa kamu masih melindungi aku? Untuk papa, selamat sudah menghancurkan impian aku dan kebahagiaan mama. dan untuk tante perusak keluarga orang, selamat sudah berhasil menghancurkan kebahagiaan keluarga aku! Buat fio, selamat sudah bisa merebut rama dari aku. Dan buat kalian semua selamat sudah menghancurkan kebahagiaan aku dan mama!” aku membuang melepaskan cincin pemberian rama dan membuangnya bersamaan dengan bunga. Aku meninggalkan mereka dengan tangisan kesedihan
 “Karine” teriak papa. Rama dan papa mengejarku.

Aku kira ini malam yang special dihidup aku, ternyata salah. Jalan hidup aku dan mama tak jauh beda. Tiba-tiba aku merasa pusing yang luar biasa. Supir taksi sampai ketakutan melihat ku. Aku menyuruh supir taksi agar membawaku kerumah sakit. Sampainya dirumah sakit,aku memberi hp ku kepada dokter yang menanganiku dengan maksud menelpon mama.

sudah jam 9 lewat, karine belum pulang” mama bertanya-tanya dalam hati dengan wajah yang ngelisah, sesekali mama menengok kearah jam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar