PROMISE PART 3
Berharap agar cewek
pengganggu itu tidak seruangan dengan kami. Dan ternyataa??? OMG! She’s
stalker, dunia ini sesak dengan orang yang kaya dia. Apalagi dia duduk di nomer
7. Sedangkan aku sama rama di nomer. 5 dan 6. Movie is start.dia teriak karna
ketakutan, maklum saja kami menonton hantu Thailand.
“aaaaa” teriaknya
sambil menggenggam tangan rama. Aku yang mengetahui hal itu, kini tak lagi
diam.
“gak usah lebay deh”
cetusku. Rama melepaskan genggaman dia dan mengenggam tanganku.
“oh
sorry” ucapnya.
Saat kami berjalan
menuju parkiran, cewek itu menghampiri kami.
“hati-hati ya my love”
sahutnya yang buat aku gerah.
“gausah kecakepan deh,
menel banget. lo ga tau rama dengan siapa” tanyaku
“ga penting tu”
jawabnya dengan wajah sinis. Aku sudah mengambil ancang-ancang untuk
menamparnya. Tapi rama langsung memelukku didepan cewek itu. Cewek itu sedikit
kesal dengan apa yang rama lakuin.
“sorry ya, gw gak kenal
sama lo, jangan ganggu kita lagi” ucap rama.
“denger ya, gw akan
nyingkirin wanita ga penting ini dari elo!” ucapnya dan meninggalkan kami.
Yatuhan aku cemas, apa
mungkin yang aku fikirkan akan terjadi? Apa harus aku kehilangan orang yang aku
sayang demi orang lain? Apa aku harus menjadi mama? Aku harus bisa
mempertahankan hubungan ini. Mama ga mau aku kenapa-kenapa. Aku bisa.
(bunyi ketukan pintu)
“malam tante” sahut
rama dengan senyum
“malem ram” jawab mama
“karine nya kemana ya
tante?”
dengan hati dag dig dug
aku menghampiri rama “subhanaallah” ucap rama. “kamu.. kamu cantik banget
sayang” lanjutnya dengan menatap aku. Aku hanya tersenyum malu.
“ehem” sahut mama.
“eh tante, maaf” kata
rama.
“yaudah mah, aku pergi
dulu ya”
Kamipun pergi menuju
salah satu restaurant, ini adalah dinner aku yang ke 7 dengan rama. tapi hati
aku masih dagdigdug. Omg! Kami memesan makanan kesukaan kamu,
berbincang-bincang , bercanda, tertawa. It’s special moment in my life.
“sayang tunggu bentar
ya” ucapnya. Aku hanya mengangguk dan menikmati dinner ku.
Tak lama, rama kembali
dengan membawa bunga dan sebuah kotak kecil di tangannya.
“karine”
“iya” jawabku dengan
manis. Rama memberiku bunga dan memakaikan cincin. Kami berfoto untuk mengingat
setiap moment yang kami lewatkan. Rama, you’re romantic, iloveyou aku ga akan
mau ngelepasin kamu. Dan aku ga akan pernah ngelepas kamu.
“tunggu ya, aku mau ke
toilet dulu” kata rama.
Rama meninggalkan hp
diatas meja makan, aku mengambil dan tanpa sengaja aku melihat sms masuk dari
seseorang. Aku gak boleh nangis, aku harus mempertahankan hubungan ini. ku
ambil buku dan menulis sebuah pesan singkat untuk rama. Dan merobek nya, ku
letakkan tepat di mejanya dibawah hape nya. Rama kembali, aku segera menghapus
air mata.
Rama membaca pesan ku “Kata Mama, aku harus mempertahankan
hubungan kita, mama ga mau aku seperti mama yang melepaskan papa demi orang
lain”
“maksud kamu apa?”
Tanya rama dengan memegang kertas itu. Aku hanya tersenyum dan menahan air mata
ini jatuh.
“malam rama daaannn
emmm (sedikit mikir) karine” sahut cewek itu lagi. Aku hanya tersenyum.
“malam” jawab rama
dengan tersenyum. Cewek itu dengan sengaja menumpahkan air dan mengenai baju
ku. Aku terkejut.
“upss, basah ya. Maaf”
ucap nya.
“iya, gak apa-apa kok
fio”. Rama terkejut ketika aku menyebut nama fio.
“fio apa-apaan sih
kamu” sahut rama.
“basiii” fio
meninggalkan kami dan menuju mejanya.
Why? Ram? Why? Kenapa
kamu diem aja aku digituin? Kemana perhatian elo? Kemana? Aku meninggalkan
rama. Dan menuju toilet wanita. Rama mengikuti ku.
“karine” rama menarik tangan ku. “kamu ga apa-apa?”
lanjutnya.
“gak apa-apa kata kamu?
Kamu kenapa diem aja tadi hah? Biasanya kalau aku digituin kamu selalu meluk
aku, apa karna aku udah jadi nomer 2?” jawabku dengan meneteskan airmata.
“karine, maksud kamu
apa? Aku ga ngerti. Coba jelasin ya” memegang tangan ku.
“lepas! (ku melepaskan
genggaman itu) apa kurang jelas apa yang aku tulis? Aku tau semua nya, aku tau
kamu ada hubungan special dengan dengan wanita pengganggu itu, acting kamu ku
akui bagus! Bagus banget. Aku sampe tertipu dengan semua acting kamu. Sudah
berapa lama kamu dengan dia?”
“ya oke, oke. Aku
pacaran dengan fio 2hari lalu”
“kenapa kamu ga mutusin
aku? Kenapa? Apa kamu takut aku sakit diputusin tepat di hari anniv?”
“aku sayang sama kamu”
“aku ga mau kehilangan
orang yang aku sayang untuk kedua kalinya. Aku ga mau rama, kata mama aku harus
mempertahankan hubungan ini apapun alasannya. Mama ga mau aku seperti dia, yang
merelakan papa demi wanita lain. Sekarang aku mengerti sesakit ini yang aku
rasakan dan lebih sakit yang mama rasakan sampai harus bercerai dengan papa”
rama memelukku.
Kami kembali ke meja
kami dan mengambil bunga pemberian rama, saat kami inginn menuju pintu keluar,
aku melihat papa dinner 1 meja dengan fio. Tanpa berfikir panjang aku
menghampirinya.
“papa” ucapku.
“karine” jawab papa
“oo, jadi wanita ini
yang buat papa cerai sama mama dan lebih memilih wanita ini?” cetusku dengan
menunjuk wanita tsb.
“heh, anak kecil. Kalau
ngomong yang sopan! Ga dilajarin sama orangtuanya!” ucap wanita itu.
“diem ya tante, aku ga
ngomong sama tante, asal tante tau aja tante itu gak lebih dari perusak
keluarga orang”
Wanita itu berdiri dan
ingin menamparku, tapi papa menangkisnya.
“ga usah sok jadi
jagoan pah! Asal papa tau, mama lebih menderita! dan ini fio, lo anak nya tante
PKO (perusak keluarga orang) pantes suka ngerebut punya orang!”
Fio ingin menamparku
tapi, rama menangkisnya.
“kenapa ram? Kenapa
kamu masih ngelindungi aku? Kenapa? Kamu sekarang pacar dia! Pacar dia! Kenapa
kamu masih melindungi aku? Untuk papa, selamat sudah menghancurkan impian aku
dan kebahagiaan mama. dan untuk tante perusak keluarga orang, selamat sudah
berhasil menghancurkan kebahagiaan keluarga aku! Buat fio, selamat sudah bisa
merebut rama dari aku. Dan buat kalian semua selamat sudah menghancurkan
kebahagiaan aku dan mama!” aku membuang melepaskan cincin pemberian rama dan
membuangnya bersamaan dengan bunga. Aku meninggalkan mereka dengan tangisan
kesedihan
“Karine” teriak papa. Rama dan papa
mengejarku.
Aku kira ini malam yang
special dihidup aku, ternyata salah. Jalan hidup aku dan mama tak jauh beda.
Tiba-tiba aku merasa pusing yang luar biasa. Supir taksi sampai ketakutan
melihat ku. Aku menyuruh supir taksi agar membawaku kerumah sakit. Sampainya
dirumah sakit,aku memberi hp ku kepada dokter yang menanganiku dengan maksud
menelpon mama.
sudah jam 9 lewat,
karine belum pulang” mama bertanya-tanya dalam hati dengan wajah yang ngelisah,
sesekali mama menengok kearah jam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar